Showing posts with label Liturgi. Show all posts
Showing posts with label Liturgi. Show all posts

Sunday, 7 October 2018

Mengenal Ritus-ritus dalam Gereja Katolik: Anglican Use Liturgy pada Ritus Roma

Source: http://4.bp.blogspot.com



Sehubungan dengan banyaknya Paroki-paroki Anglikan (Pastor dan seluruh umatnya) yang beralih ke Gereja Katolik, maka sejak tahun 1980-an, Tahta Suci telah mengijinkan penggunaan liturgi Anglikan digunakan dalam Misa, dengan beberapa penyempurnaan sesuai ajaran Gereja.

Berikut adalah penggunaan liturgi Anglikan di Gereja Our Lady of the Atonement, San Antonio Texas.



Mengenal Ritus-ritus dalam Gereja Katolik: Ritus Antiokia pada Gereja Kaldea


Source: https://www.youtube.com

Gereja Antiokia adalah salah satu dari 5 Kepatirarkhatan Lama (Roma, Konstantinopel, Alexandria, Antiokia dan Yerusalem). Gereja ini mewarisi Tahta Apostolik dari St. Petrus, yang setelah dari Antiokia menetap di Roma hingga akhir hayatnya. Ritus yang digunakan dalam Gereja Antiokia bersumber dari ritus lama yang digunakan di Yerusalem yang disebut ritus St. Yakobus.

Gereja Kaldea adalah Gereja Babilonia yang sempat berpisah dengan Gereja Katolik pada masa bidat Nestorian. Gereja ini berada di bawah Patriarkh Babilonia untuk Kaldea. Bahasa liturgis yang digunakan adalah bahasa Syria dan Arab. Jemaat Gereja ini banyak tersebar di Iral, Iran, Syria, Lebanon, Mesir, Turki dan USA.Berikut adalah Liturgi Ilahi di Gereja Kaldea di Toronto, Kanada.

Saksikan videonya berikut:




Mengenal Perkembangan Liturgi: Jejak Liturgi "Versus Populum" dalam Liturgi Alexandria

Source: https://plus.google.com


Setelah ditampilkan satu liturgi kuno yang menggunakan "versus populum" sebagai arah hadap Imam dalam Liturgi Antiokia ( https://www.facebook.com/photo.php?fbid=778259965518068&set=a.223989130945157.68889.100000022168880&type=1&theater ), kali ini ditampilkan jejak liturgi "versus populum" dalam Liturgi Alexandria. Jika dalam Liturgi Antiokia jejak liturgi tersebut didapati dalam Liturgi St. Yakobus, maka dalam Liturgi Alexandria didapati liturgi dengan arah hadap Imam "versus populum" dalam Liturgi St. Serapion.


Liturgi St. Serapion adalah Liturgi St. Markus dengan sakramentari (teks doa bagi Imam) yang disusun oleh St. Serapion (.... - 360-an), Uskup Thmuis, Mesir (1) (2). Liturgi ini sering digunakan oleh St. Athanasius (296-373), Uskup Alexandria, Mesir (1). 

Berikut ini adalah salah satu foto perayaan Liturgi St. Serapion. Dalam foto tersebut tampak bahwa liturgi dirayakan dengan Imam menghadap ke umat (versus populum). Dengan demikian, selain dalam Liturgi Antiokia (dalam Liturgi St. Yakobus), terdapat juga jejak perayaan liturgi dengan Imam menghadap umat pada Liturgi Alexandria (dalam Liturgi St. Serapion). 

Source: https://plus.google.com
Catatan: 

(1). "The Alexandrine Liturgy", http://www.newadvent.org/cathen/01303b.htm
(2). Archimandrite Panteleimon E. Rodopoulos, "The Sacramentary of Serapion",      


Untuk teks anaphora dari sakramentari St. Serapion bisa dilihat di http://sanctaliturgia.blogspot.nl/2005/10/anaphora-of-bishop-serapion-of-thmuis.html


Tuesday, 11 September 2018

Mengenal Perkembangan Liturgi: Pengembangan Liturgi St. Yakobus oleh St. Basil dan St. Yohanes Krisostomus dalam Ritus Byzantine



Source: https://ko.wikipedia.org/


Pengantar

Liturgi St. Yohanes Krisostomus adalah liturgi dalam ritus Byzantine yang banyak digunakan oleh Gereja-gereja dengan ritus non Latin saat ini (1). Liturgi ini merupakan pengembangan dari Liturgi St. Basil, yang juga merupakan pengembangan dari Liturgi St. Yakobus Rasul. Penyebab modifikasi liturgi oleh kedua Santo tersebut adalah karena dalam kapasitasnya sebagai gembala umat, St. Basil yang adalah Metropolitan Kaesarea di Kapadokia dan St. Yohanes Krisostomus adalah Patriark Konstantinopel, melihat sikap dan tanggapan umat serta para klerus terhadap lamanya durasi Liturgi St. Yakobus. Proklus of Constantinople mencatat terjadinya perubahan-perubahan liturgi tersebut:
§  "Saat Basil yang Agung . . . melihat kecerobohan dan menurunnya kinerja mereka dalam menanggapi lamanya durasi liturgi - dengan tidak berpikir bahwa liturgi itu terlalu lama - ia meringkas liturgi tersebut, sehingga mengurangi kelelahan para klerus dan asistennya." (2). 
§  "Tak lama setelah itu, Bapa kita Yohanes Krisostomus, yang begitu memperhatikan keselamatan umatnya sebagaimana seharusnya seorang gembala, mempertimbangkan kecerobohan yang ada dalam sikap alami manusia, secara menyeluruh mencabut segala keberatan yang bersifat setani. Maka ia membiarkan sebagian besar bagian tetap dan menjadikan ringkas semua bagian [yang terlalu panjang] yang dapat membuat orang menjauh dari Institusi Ilahi dan Apostolik ini." (2).
Pengubahan liturgi itu bukannya tanpa kecaman. St. Basil menerima kecaman dari para klerus Neo-Caesarea di Pontus, Asia Minor yang mengkritik penggunaan kewenangannya untuk mengubah liturgi (3). Namun tidak tercatat adanya penentangan terhadap liturgi St. Yohanes Krisostomus walaupun di dalamnya terdapat penambahan dan pengurangan dari Liturgi St. Basil.

Perbedaan antara Ketiga Liturgi

Liturgi St. Yakobus yang dijadikan dasar pengubahan liturgi oleh St. Basil diyakini disusun langsung oleh St. Yakobus Rasul Saudara Tuhan (3). Walaupun liturgi ini juga digunakan di Syria, namun liturgi yang dikembangkan oleh St. Basil adalah bentuk Yunani dari Liturgi St. Yakobus. Liturgi St. Yakobus tersebut terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut (3):

  1. §  Doa persiapan oleh Imam dan Diakon;

  1. §  Pembukaan kecil: Diakon mendoakan litani yang disambut dengan :Kyrie eleison" oleh umat, Imam berdoa pribadi;

  1. §  Trisaigon (semacam "Tuhan Kasihanilah"); 

  1. §  Bacaan-bacaan dari Perjanjian Lama dan Baru;

  1. §  Doa oleh para katekumen, termasuk di dalamnya penghormatan terhadap salib yang diyakini bahwa praktek ini dilakukan setelah penemuan relikwi Salib Suci oleh St. Helena, diikuti oleh selesainya ibadat untuk para katekumen;

  1. §  Setelah para katekumen bubar, Diakon meminta umat yang tinggal untuk saling menyapa agar saling mengenal sekaligus untuk meyakinkan bahwa semua katekumen telah meninggalkan ruangan;

  1. §  Upacara pembukaan meriah: pemberkatan dupa, pengumandangan Cherubikon (pujian tentang para malaikat yang hadir dalam liturgi), sementara Imam melakukan doa pribadi lagi. Persembahan dibawa ke Altar.

  1. §  Kredo. Diyakini bahwa yang dikumandangkan adalah Syahadat Para Rasul (Kredo Singkat);

  1. §  Doa Persembahan dan litani;

  1. §  Anaphora (semacam Doa Syukur Agung), pengucapan kalimat Institusi, Anamnesis (kisah sengsara singkat), Epiklesis (doa kepada Roh Kudus agar mengubah roti dan anggur menjadi TUbuh dan Darah Kristus). Tidak terdapat catatan tentang penggunaan iconostasis (tirai pemisah antara Imam dengan umat) pada Liturgi St. Yakobus awal;

  1. §  Doa Suplikasi (doa umat meriah dengan litani, termasuk di dalamnya doa kepada Bunda Kudus yang ditujukan untuk menyikapi bidat Nestorian);

  1. §  Doa Bapa Kami dengan pembukaan dan embolisme (semacam penutup);

  1. §  Pengangkatan Hosti, pemecahan Hosti, Mazmur singkat;

  1. §  Komuni;

  1. §  Doa setelah Komuni

Dengan alasan yang telah disebutkan sebelumnya, St. Basil membuat beberapa perubahan pada Liturgi St. Yakobus di atas. Tidak terlalu jelas perubahan apa saja yang dilakukan oleh St. Basil (4) namun St. Basil jelas melakukan perubahan, seperti yang dinyatakan oleh beberapa teks termasuk teks oleh Proclus of Constantinopel di atas. Satu perubahan yang pasti adalah ditambahkannya doa yang diucapkan Imam di Altar untuk memohon perlindungan Allah (4).

Mengenai perubahan yang dilakukan St. Yohanes Krisostomos, terdapat cukup catatan tentangnya. Perubahan tersebut meliputi antara lain (3):

  1. §  Dihilangkannya persiapan persembahan, pembukaan kecil dan meriah, serta Kredo;

  1. §  Liturgi diawali dengan sapaan Imam, "Damai bagi semua," yang ditanggapi oleh umat dengan "dan juga bagi rohmu";

  1. §  Bacaan dari kitab para nabi dan para rasul, diikuti pembacaan Injil oleh Diakon, dilanjutkan dengan homili oleh Imam;

  1. §  Doa bagi ketekumen diikuti doa penitensi;

  1. §  Doa bagi para terbaptis, diikuti pembubaran para katekumen;

  1. §  Salam Damai;

  1. §  Persembahan (di bagian ini terdapat perubahan yang ditambahkan oleh St. Yohanes Krisostomos): koor mengiringi Imam saat membawa persembahan menuju Altar;

  1. §  Doa Persembahan. Disini St. Yohanes krisostomus mengkomposisi Doa Persembahan tersendiri yang merupakan ringkasan dari Doa Persembahan dalam Liturgi St. Basil;

  1. §  Doa Kuduslah Tuhan;

  1. §  Epiklesis;

  1. §  Litani kepada para kudus;

  1. §  Doa bagi mereka yang telah meninggal diikuti doa bagi umat;

  1. §  Doxology Agung;

  1. §  Doa Bapa Kami, diawali dengan litani singkat dan diakhiri dengan doxology;

  1. §  Salam Damai (lagi);

  1. §  Pengangkatan Hosti, diikuti Pemecahan Hosti dilanjutkan Komuni dua rupa dengan Darah Tuhan diminum dari piala;

  1. §  Doa sesudah komuni.
Saat ini, Liturgi St. Yohanes Krisostomus telah mengalami beberapa tambahan lagi selain dari yang disebutkan di atas. Liturgi St. Basil pun, yang masih digunakan saat ini, juga mengalami perubahan. Pemisahan antara liturgi bagi katekumen dan yang terbaptis diyakini tidak dilakukan oleh St. Basil, namun merupakan penambahan setelah St. Basil wafat.

Penutup

Liturgi yang digunakan dalam Gareja adalah liturgi yang hidup, yang terus mengalami modifikasi dan penyesuaian (3). Modifikasi dan penyesuaian ini dilakukan oleh gembala yang berwenang setelah melihat adanya bahaya bahwa umat akan meninggalkan liturgi karena keterbatasan alami manusia (misal: kepenatan dll). Dengan melakukan perubahan liturgi tersebut, dapat dilihat bahwa Gereja, dalam hal ini pihak yang berwenang, melakukan tugasnya sebagai gembala umat yang mengenal betul umat gembalaannya dan mengusahakan berbagai cara agar kawanan gembalaannya tersebut tidak tercerai-berai karena tidak kuat dengan tuntutan gembalanya yang mungkin melebihi keterbatasan sifat-sifat alami kawanannya.



............




(2). Proklius of Constantinople (... - 446) dalam "The Rite of Constantinople", http://www.newadvent.org/cathen/04312d.htm

(3). "The Rite of Constantinople", http://www.newadvent.org/cathen/04312d.htm

(4). "Liturgy of St. Basil", http://www.newadvent.org/cathen/02321a.htm